Film "Payung Dara"



Menceritakan sedikit tentang film independen yang menjadi media untuk menyuarakan isu tentang pelecehan seksual. Dimana kerap sekali terjadi dalam usia yang masih tergolong sangat muda untuk mengalami sebuah pelecehan. Film “Payung Dara” menceritakan tentang Dara, siswa Sekolah Menengah Pertama berusia 13 tahun, yang sedang menjalani masa pubertas dan berbagai tantangan yang harus dihadapinya. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Reni Apriliana bersama Puspa Intan Fitriamurti serta diproduseri oleh Fanny Chotimah dan Hanna Humaira. Reni bercerita bahwa ketika duduk di bangku pendidikan menengah pertama, ia tidak mengetahui tentang pelecehan seksual, dan baru setelah dewasa ia menyadari bahwa ternyata banyak kejadian yang ia saksikan saat SMP merupakan bentuk pelecehan seksual.

Berangkat dari keresahan pribadi tentang isu kesehatan reproduksi remaja dan pelecehan seksual yang dialami oleh remaja pada masa pubertas, Reni berinisiatif untuk membuat film “Payung Dara” sebagai media kampanye dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja serta pelecehan seksual. Bersama Kembang Gula, film “Payung Dara” mendapatkan dukungan dari VOICE Indonesia. Mengingat film “Payung Dara” merupakan film pendek yang memang diproduksi untuk kampanye tentang isu yang tabu, yaitu kesehatan reproduksi remaja dan pelecehan seksual, pemutaran film kemudian dibarengi dengan diskusi terbuka bersama para penonton. 


Dari pemutaran-pemutaran film yang telah dilakukan, “Payung Dara” berhasil menjadi pemantik bagi penonton untuk dapat mengobrolkan keresahan-keresahan mereka. Meski film “Payung Dara” bukanlah sebuah medium yang dapat mengubah persoalan kesehatan reproduksi remaja dan pelecehan seksual secara sistematis, film ini dapat menjadi permulaan untuk perubahan. Dengan mengangkat tema tersebut, film “Payung Dara” menjadi ruang aman untuk membuka diskusi mengenai isu yang awalnya masih tabu dan jarang disentuh oleh masyarakat. 


Dari sini, film “Payung Dara” kemudian dapat mengajak penonton untuk melihat realita dan permasalahan di isu kesehatan reproduksi remaja dan pelecehan seksual. Harapannya, penonton dapat memiliki inisiatif perubahan yang dapat dimulai dari diri sendiri, juga menyebarkan pengetahuan yang telah didapat kepada lingkungan sekitarnya.

Komentar